[Buku] Istiqomah Setelah Ramadhan

 




IRFANIBUKU.COM - Istiqomah Setelah Ramadhan

Ulasan Buku Mutiara Dakwah Penyejuk Jiwa

Ibadah shaum Ramadan yang sejatinya Allah SWT edukasikan dan berikan tarbiyyah-Nya kepada kita, tentu di sana banyak sekali hikmah yang bisa kita petik. Di balik setiap syariat Allah SWT yang Ia takhlifkan dan dibebankan kepada hamba-Nya, di sana Allah SWT berikan banyak sekali hikmah hikmah pelajaran yang bisa dipetik. Sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 183: “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.”

Hal itu disampaikan dalam tausiyah Ramadahan oleh Ustaz Fihri LC MA. Ustaz Fihri membawakan tausiyah tentang hikmah puasa. Ia juga mengatakan, "Ibadah shaum menguatkan sifat as-shiddiqu, yaitu kejujuran. Itulah alasan penting-nya kita yang insya Allah dirahmati Allah SWT meningkatkan ibadah di bulan Ramadan. Ibadah pada bulan Ramadan mengajarkan bagaimana iman kita, ruhiyah kita, menjadi semakin kuat. Ditambah lagi dengan adanya Qiyamullail, tilawatil Qur’an, hingga amalan sunah."

Dalam kesempatan lain, Ony Linda MKes menyampaikan, "Rasulullah pada saat berbuka, beliau memilih kurma atau ruthab untuk mengganti energi selama beberapa jam untuk disuplai di dalam tubuh dan dengan segelas air putih. Saat ini, mungkin ada Hamka-Hamka Muda yang tidak terbiasa mengonsumsi kurma. Hal itu bisa diganti dengan makanan lain yang setara dengan kurma, yaitu makan makanan atau minum minuman yang manis. Tetapi, perlu diingat bahwa ketika kita mengonsumsi makanan itu janganlah bersifat paradoksial. Jadi, ketika berbuka kita sangat bernafsu untuk untuk mendapatkan atau menyiapkan makanan berbagai jenis."

Dalam tausiyah bertajuk menghargai kesehatan tersebut Ony Linda mengingatkan kepada kita semua agar tidak berlebihan ketika berbuka puasa. Kita diingatkan juga terkait makanan lewat surah Al-A’raf ayat 31: “Makan dan minumlah kamu tapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.” ujarnya.

Puluhan tausiyah Ramadhan tersebut dapat kita temukan dalam buku bertajuk Mutiara Dakwah Penyejuk Jiwa (Irfani, 2021). Buku ini meski merupakan kumpulan tausiyah Ramadhan, memiliki bobot yang sebetulnya bisa menjadi bekal kita umat Muslim dalam menjalani keseharian.

Sudut pandang multiperspektif yang disajikan dengan latar belakang keilmuan penceramah yang berbeda-beda membuat buku ini semakin kaya. Buku setebal 190-an halaman ini tentu saja memiliki daya pikat bagi teman-teman yang ingin belajar agama tanpa merasa digurui. Membaca buku ini seperti mendengar tausiyah yang sejuk dan menyejukkan.

Seperti diungkapkan Muhammad Dwifajri dalam kata pengantarnya. Menurut dia, hadirnya buku ini merupakan bagian dari ikhtiar Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA dalam memenuhi harapan pendi-dikan, baik untuk kepentingan yang bersifat material keduniaan, maupun yang bersifat spiri-tual-keakhiratan. Dan ini merupakan manifes-tasi dari visi Uhamka pada tahun 2024 menjadi prophetic teaching university yang mencerdaskan secara spiritual, intelektual, emosional, dan sosial.

"Sebagai buku yang diolah sedemikian rupa dari Kultum Ramadan, tentu buku ini harus dilihat secara berbeda dibandingkan buku pada umumnya, utamanya karena peralihan bahasa lisan menjadi bahasa tulis. Meski demikian, secara subtansi tentu tidak mengurangi pesan yang hendak disampaikan oleh para narasumber," ujar Dwifajri.

Sementara itu, Rektor Uhamka Gunawan Suryoputro mengungkapkan, Allah SWT memberikan kita kemampuan intelektual, nalar sosial, dan nalar religius sejatinya bukanlah untuk diri kita sendiri. Islam merupakan agama pencerahan, agama berkemajuan, yang dalam setiap langkahnya mampu membawa umatnya menuju kemajuan peradaban.

Bagi Gunawan, intelektualitas, kepekaan sosial, dan ketaatan keimanan yang telah digembleng selama bulan Ramadan. Mesti terus istiqomah ditingkatkan setelah melewati masa Ramadan. "Kita dituntut meningkatkan berbagai amal saleh. Atau, sekurang-kurangnya, istiqamah dengan apa yang menjadi kebiasaan kita selama Ramadan," ujarnya.

Identitas Buku


Judul: Mutiara Dakwah Penyejuk Jiwa
Editor: Emaridial Ulza & Abdul Latif
Tim penyusun: Ketua: Abdul Latif
Anggota: Nurkhumaira Tus Dayu, Galang Jadu Firdaus, Mushoddik, Prima Mutia Sari, Muhammad Arifin Rahmanto, & Thalia Saprila
Ilustrasi isi oleh Muhamad Febri Akbar Perkasa
Tebal: 196 halaman, 14x20 cm
ISBN: 978-623-96778-9-3
Cetakan pertama, Juli 2021
Harga: Rp 70.000,-
Pemesanan: 085717051886

0 Komentar

Brand creation, trend analysis & style consulting

Memiliki ketertarikan penelitian pada Operations Management, Integrated Marketing Communications, Strategic Management, Philanthropy, Social Entrepreneurship and Neuromarketing